PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan pencapaian predikat “A” dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2026. Guna memantapkan langkah tersebut, Pemprov Sulteng menggelar kegiatan Penguatan SAKIP Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulteng. Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Senin (06/07/2026).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulteng, A. Haris, SE., MM., didampingi Sekretaris BPKAD Provinsi Sulteng, Anita Soraya, S.STP., M.Si., serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Novalina, MM Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Novalina mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, mulai Juli hingga September 2026, pemerintah pusat akan melakukan serangkaian evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola pemerintahan di Sulawesi Tengah.
“Cukup banyak evaluasi dari Pemerintah Pusat yang harus kita hadapi dalam tiga bulan ke depan hingga September nanti. Ini membutuhkan konsentrasi kita semua karena terkait tata kelola pada domain pengampuh masing-masing,” ujar Novalina.
Meski demikian, Sekda menegaskan bahwa fokus utama pada pertemuan kali ini adalah mematangkan persiapan menuju SAKIP predikat A. “Pada kesempatan pertama ini, kita fokus kepada persiapan kita untuk menuju penilaian SAKIP Tahun 2026 dengan semangat SAKIP A,” tegasnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang hadir langsung memberikan arahan, menekankan bahwa penilaian seperti SAKIP merupakan instrumen kontrol pemerintah pusat untuk mengukur kinerja daerah. Oleh karena itu, ia meminta komitmen penuh dan perhatian serius dari seluruh pimpinan OPD.
Naiknya jabatan menuntut kapasitas manajerial yang lebih besar. Jujur saja, kelemahan kita para pemimpin saat ini adalah kurang ‘gila urusan’. Padahal, semakin tinggi posisi kita, kepedulian itu harus semakin besar. Karena semua tugas gubernur itu sejatinya melekat dan diwakili oleh Kepala OPD.” ujar Anwar
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan pemaparan komprehensif mengenai aspek teknis operasional yang harus dipenuhi oleh setiap OPD demi mengamankan predikat SAKIP A.
Pertemuan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Sulteng dalam membenahi tata kelola pemerintahan. Dengan membangun sinergi yang kuat, mendorong gerak cepat para kepala OPD, serta menuntaskan target digitalisasi dalam minggu ini, target “SAKIP A” optimis dapat diraih. Komitmen ini diharapkan bermuara pada hadirnya pelayanan publik yang bersih, responsif, dan berkinerja tinggi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.