
Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Apel Gabungan dalam rangka Penandatanganan Perjanjian Kinerja 100 Hari Kerja Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026 yang berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) Pakta Kinerja. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Anwar Hafid di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (20/2/2026).
Apel tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kinerja sebagai bentuk komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah dalam mendukung capaian program prioritas pemerintah daerah dalam 100 hari kerja. Penandatanganan ini juga menjadi instrumen penguatan akuntabilitas serta tolok ukur keberhasilan kinerja OPD secara terukur dan sistematis.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tengah turut mengambil peran strategis dalam mendukung implementasi perjanjian kinerja tersebut, khususnya dalam penguatan tata kelola keuangan daerah, penyediaan data keuangan yang akurat, serta penguatan sistem pelaporan berbasis digital guna menunjang pengambilan kebijakan yang tepat.
Gubernur Anwar Hafid dalam arahannya menegaskan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, yakni penguatan data, inovasi, dan digitalisasi. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong keberhasilan Program 9 Berani yang telah dicanangkan pemerintah provinsi.

Ia menjelaskan bahwa data yang akurat merupakan kunci dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Tanpa didukung data yang valid, kebijakan yang dihasilkan berpotensi tidak efektif, terutama dalam menjawab persoalan mendasar seperti kemiskinan di daerah.
Selain itu, Gubernur juga mendorong lahirnya berbagai inovasi dari seluruh ASN. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap pegawai untuk menyampaikan gagasan dan terobosan yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah, serta menegaskan bahwa inovasi yang berdampak akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Dalam aspek digitalisasi, Gubernur menekankan pentingnya transformasi sistem kerja dari pola manual menuju berbasis teknologi. Ia menginstruksikan seluruh OPD untuk mengoptimalkan pelayanan publik melalui sistem digital, termasuk menyiapkan operator yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna mendukung operasional command center.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa capaian pembangunan Sulawesi Tengah menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan mengalami penurunan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, serta pertumbuhan ekonomi daerah berada pada posisi kedua secara nasional.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen bersama seluruh perangkat daerah.