
Palu — Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar asistensi teknis penyusunan Peta Proses Bisnis (Probis) di ruang rapat BPKAD, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi sebelumnya, yang bertujuan memastikan seluruh unit kerja memahami secara komprehensif mekanisme pemetaan aktivitas kerja, mulai dari level makro hingga mikro. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sekretaris BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah, Anita Soraya, S.STP., M.Si., Mewakili Kepala BPKAD dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa asistensi teknis ini sangat krusial dalam meningkatkan kapasitas pegawai, khususnya dalam memahami alur kerja organisasi secara sistematis dan terstruktur. Menurutnya, metode praktik langsung akan memudahkan staf dalam menyusun peta proses bisnis secara lebih aplikatif.

Ia menambahkan, melalui konsultasi intensif dengan Biro Organisasi, dokumen yang disusun diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu merepresentasikan proses kerja yang efektif, efisien, dan terintegrasi antarbidang.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Laksana Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Distyawati, SH., MM., menjelaskan bahwa kehadiran timnya bertujuan untuk meninjau progres sekaligus menyempurnakan kertas kerja lintas fungsi yang telah disusun oleh BPKAD.
Lebih lanjut, tim Biro Organisasi bersama Kementerian PANRB telah memetakan tahapan proses bisnis dari Level 0 hingga Level 3, yang mencakup aktivitas utama hingga rencana aksi di setiap bidang. Pemetaan ini menjadi dasar penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berbasis kinerja dan terintegrasi secara digital.

Tim teknis juga mengungkapkan bahwa BPKAD memiliki sedikitnya 36 sub-kegiatan yang harus dijabarkan secara rinci ke dalam aktivitas dan rencana aksi. Seluruh data tersebut nantinya akan diinput ke dalam aplikasi Bizagi Modeler yang terhubung dengan Sistem Informasi Arsitektur SPBE.
Dalam sesi praktik, peserta melakukan simulasi penyusunan kertas kerja lintas fungsi, salah satunya pada proses penyusunan dokumen KUA dan PPAS yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BPKAD, Bappeda, Tim TAPD, hingga Gubernur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penyusunan Peta Proses Bisnis BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah dapat semakin matang dan mampu menjadi landasan kuat dalam mendukung transformasi digital pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.