Palu, Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait penyusunan penilaian kinerja tahun 2024 dan penyusunan Indikator Kinerja Individu (IKI), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Sosialisasi Penyusunan E-Kinerja dan Penjenjangan Indikator Kinerja Pegawai.
Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat BPKAD pada Kamis (19/12/2024), dan dihadiri oleh para Kepala Bidang, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta seluruh Staff di lingkungan BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Anita Soraya, S.Stp., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penyusunan indikator kinerja yang terstruktur dan sesuai dengan prinsip SMART (Spesifik, Terukur, Realistis, Relevan, dan Tepat Waktu) untuk memastikan efektivitas penilaian kinerja pegawai. Menurutnya, indikator kinerja yang tepat akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan produktivitas dalam organisasi.

Sementeara itu, Nurezqi, SE., MM, Analis Perencana Muda dari Biro Organisasi Provinsi Sulawesi Tengah yang hadir sebagai narasumber, dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya penyelarasan vertikal dan horizontal dalam sistem manajemen kinerja. Penyelarasan vertikal memastikan bahwa indikator dan target kinerja diturunkan secara hierarkis dari level manajemen tertinggi hingga operasional, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) unit kerja. Penyelarasan horizontal memastikan indikator kinerja antar-unit kerja pada level yang sama dan saling mendukung.
Ia juga membahas metode Cascading IKU (Indikator Kinerja Utama) yang melibatkan beberapa pendekatan, seperti Top-Down Cascading, yakni penurunan IKU dari level manajemen puncak ke level di bawahnya, Structural-Based Cascading berdasarkan struktur organisasi, Functional-Based Cascading berdasarkan fungsi atau peran unit kerja, Process-Based Cascading berdasarkan proses kerja antar-unit.

Nurezqi menjelaskan bahwa dalam hubungan antara atasan dan bawahan, terdapat dua jenis IKU yang dapat digunakan, yakni IKU Custer (indikator sama, target berbeda) dan IKU Duplicate (indikator dan target sama). Dengan penerapan cascading IKU yang tepat, diharapkan kinerja pegawai akan lebih terstruktur dan efektif dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Narasumber kedua, Sandi Gustomo, S.Sos., M.AP, Penelaah Teknis Kebijakan dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Sandi memberikan panduan teknis mengenai mekanisme penginputan data dan pengisian e-Kinerja serta penyusunan IKI melalui aplikasi digital. Ia menekankan pentingnya pemahaman teknis bagi seluruh pegawai agar sistem e-Kinerja dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas penilaian kinerja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah dapat memahami dan menerapkan penyusunan IKI serta pengelolaan e-Kinerja dengan baik. Dengan sosialisasi yang efektif dan penyusunan indikator kinerja yang terstruktur, kinerja organisasi diharapkan dapat meningkat secara signifikan dan mendukung pencapaian sasaran strategis pemerintah daerah.
SUMBER : PPID BPKAD PROV.SULTENG