BPKAD Prov Sulteng

Asisten Perekonomian dan Pembangunan/Plt. Kepala BPKAD Sulteng Hadiri Simposium Nasional Akuntansi XXVIII di Untad

Palu, – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bekerja sama dengan Universitas Tadulako menyelenggarakan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXVIII Tahun 2025 di Auditorium Universitas Tadulako. Rabu,(10/9/2025).

Forum akademik bergengsi ini mempertemukan akademisi, praktisi, regulator, dan pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu strategis bidang akuntansi. Dengan mengangkat tema “Accounting for Sustainability: The Role of Accountants in Achieving SDGs and Mitigating Climate Physical Risks,” kegiatan ini menekankan pentingnya peran akuntan dalam pembangunan berkelanjutan dan mitigasi risiko iklim. Tema ini dinilai relevan dengan tantangan global serta kebutuhan akan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Mungkin gambar 1 orang, mimbar dan teks

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa akuntansi kini tidak lagi sebatas pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi juga berperan dalam menjaga lingkungan, memperkuat aspek sosial, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Simposium ini adalah momentum penting bagi para akuntan untuk hadir sebagai agen perubahan. Mereka harus memastikan praktik tata kelola yang berkelanjutan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan relevansi tema dengan kondisi Sulawesi Tengah yang kaya sumber daya alam dan perlu dikelola secara bijak agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun ketimpangan sosial.

Mungkin gambar 8 orang, speaker, keramaian dan teks

Turut hadir Ketua Ikatan Akuntan Indonesia, Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ketua Panitia SNA XXVIII, para narasumber, akademisi, praktisi, regulator, serta ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang ilmiah, tetapi juga ruang kolaborasi untuk melahirkan rekomendasi nyata bagi praktik akuntansi yang berkelanjutan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt. Kepala BPKAD Sulteng, Dr. Rudi Dewanto, SE.,MM juga hadir bersama jajaran BPKAD khususnya Bidang Akuntansi. Sebagai OPD yang berperan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban APBD, BPKAD menunjukkan komitmen mendukung tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Mungkin gambar 3 orang dan teks

Dalam sesi panel, Rudi Dewanto menjadi narasumber dan memaparkan Program 9 Berani sebagai visi pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa dirinya mendapat amanah untuk mengoordinasikan dua program, yakni BERANI Lancar dan BERANI Sejahtera. “BERANI Lancar berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan, transportasi, dan konektivitas antardaerah agar mobilitas masyarakat lebih efisien. Sementara BERANI Sejahtera diarahkan pada peningkatan kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Kedua program tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung misi pembangunan daerah. Infrastruktur yang lancar akan mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara kesejahteraan yang merata akan memastikan manfaat pembangunan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. “Kami berkomitmen menjalankan amanah ini secara konsisten, dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.

SUMBER : PPID BPKAD PROV.SULTENG

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top