Palu, – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri Desk Geospasial yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Sulteng. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Diskominfo pada Selasa dan Rabu (16–17/9/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pelatihan admin/operator geoportal untuk memperkuat implementasi program Satu Data dan Satu Peta Indonesia, Desk Geospasial bertujuan menyatukan data spasial wilayah Sulawesi Tengah agar lebih akurat, terpadu, dan mudah diakses. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung tata kelola wilayah yang lebih baik, mengurangi potensi tumpang tindih lahan, serta meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan berbasis data.

Kehadiran BPKAD menegaskan pentingnya pemanfaatan data spasial dalam pengelolaan aset daerah, khususnya untuk memastikan status lahan dan kejelasan kepemilikan aset pemerintah agar lebih tertata dan akuntabel.
Plt. Kepala Bidang Statistik Diskominfo Sulteng, Echmond, SH, menyampaikan bahwa desk satu peta menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan seluruh data geospasial di Sulawesi Tengah. Dengan adanya integrasi ini, proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan regulasi nasional, termasuk Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan PP Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Informasi Geospasial.

Ke depan, sinergi BPKAD dengan OPD terkait diharapkan dapat memperkuat basis data satu peta sebagai rujukan utama dalam pembangunan dan pengelolaan aset daerah yang lebih efektif dan akuntabel.
SUMBER : PPID BPKAD PROV.SULTENG